Selasa, 13 Maret 2012

UJI IODIUM


LAPORAN PRAKTIKUM
BIOKIMIA
UJI IODIUM

OLEH :
NAMA                                    : NIKMATUL KHOIRIYAh
NIM                                         : D1C010015
PRODI                                     : THP
DOSEN PEMBIMBING          : SILVI LEILA RAHMI, S.TP, MSi


TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2011



I. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
            Karbohidrat sangat akrab dengan kehidupan manusia. Karbohidrat adalah adalah sumber energi utama manusia. Contoh makanan sehari-hari yg mengandung karbohidrat adalah pada tepung, gandum, jagung, beras, kentang, sayur-sayuran dan lain sebagainya.
            Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hampir seluruh penduduk dunia, khususnya bagi penduduk Negara yang sedang berkembang. Walaupun jumlah kalori yang dapat di hasilkanoleh 1 gram karbohidrat hanya 4 kal (kkal) bila di banding protein dan lemak, karbohidrat merupakan sumber kalori yang murah. Selain itu beberapa golongan karbohidrat menghasilkan serat-serat (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan.
            Karbohidrat juga mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur dan lain-lain.Sedangkan dalam tubuh, karbohidrat berguna untuk mencegah timbulnya ketosis, pemecahan proteintubuh yang berlebihan, kehilangan mineral, dan berguna untuk membantu metabolism lemak dan protein. Dalam tubuh manusia karbohidrat dapat di bentuk dari beberapa asm aminodan sebagian dati gliserol lemak. Tetapi sebagian besar karbohidrat di peroleh dari bahan makanan yang di makan sehari-hari, terutama bahan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
1.2 TUJUAN
            Praktikum ini di laksanakan dengan tujuan untuk membuktikan adanya polisakarida pada suatu bahan.

II. TINJAUAN PUSTAKA
           Karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau keton dengan rumus empirik (CH2O)n, dapat diubah menjadi aldehida dan keton dengan cara hidrolisis, disusun oleh dua sampai delapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat tersebar luas baik dalam jaringan hewan maupun jaringan tumbuh-tumbuhan. Dalam tumbuh-tumbuhan, karbohidrat dihasilkan oleh fotosintesis dan mencakup selulosa serta pati. Pada jaringan hewan, karbohidrat berbentuk glukosa dan glikogen. Fungsi karbohidrat yaitu, untuk sumber energi, pemanis pada makanan, penghemat protein, pengatur metabolisme lemak, penawar racun, baik untuk yang terkena konstipasi (sembelit), dan masih banyak lagi manfaat-manfaat yang lainnya.
Pada umumnya karbohidrat merupakan zat padat berwarna putih yang sukar larut dalam pelarut organik tetapi larut dalam air (kecuali beberapa polisakarida). Karbohidrat dibagi dalam tiga golongan yaitu :

1. Monosakarida; adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi, dapat dibedakan berdasarkan banyaknya atom C pada molekulnya, dan gugus aldehid atau keton yang dikandung berubah menjadi aldosa dan ketosa. Monosakarida merupakan gula sederhana yang memiliki satu atom karbon asimetrik, contoh : glukosa, galaktosa, fruktosa, manosa, dan ribosa.
2. Oligosakarida; adalah karbohidrat yang tersusun dari dua sampai sepuluh molekul monosakarida yang digabungkan oleh ikatan kovalen. Biasanya dikenal dengan disakarida, contoh : maltosa, laktosa, dan sukrosa.
3. Polisakarida; adalah karbohidrat yang mengandung lebih dari sepuluh monosakarida yang berikatan. Bila dihidrolisis dapat menghasilkan lebih dari 6 molekul monosakarida, contoh : glikogen dan amilum (pati) merupakan polimer glukosa. Berfungsi untuk penyimpanan karbohidrat. (Nikku, 2011)
            Karbohidrat adalah polihidroksildehida & keton polihidroksil atau turunannya. selian itu, ia juga disusun oleh dua sampai delapan monosakarida yg dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mmpunyai rumus umum Cn(H2O)n. Rumus itu membuat para ahli kimia zaman dahulu menganggap karbohidrat adalah hidrat dari karbon.Salah satu contoh karbohidrat adalah amilum. Amilum merupakan sumber energi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk dunia, terutama di negara seclang berkembang oleh karena di konsumsi sebagai bahan makanan pokok. Disamping bahan pangan kaya akan amilum juga mengandung protein, vitamin, serat dan beberapa zat gizi penting lainnya. Amilum mrupakan karbohidrat dlm bentuk simpanan bagi tumbuh-tumbuhan dlm bentuk granul yang dijumpai pada umbi & akarnya. Menurut sumber umbi-umbian,serealia dan biji-bijian merupakan sumber amilum yang berlimpah ruah oleh karena mudah didapat untuk di konsumsi. Jagung, beras dan gandum kandunan amilumnya lebih dari 70 %, sedangkan pada kacang-kacangan sekitar 40%. (winarno)
III. METODE
3.1 WAKTU DAN TEMPAT
            Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa, tanggal 27 Desember 2011 pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB. Dilaboratorium Teknologi Hasil Pertanian.
3.2 ALAT DAN BAHAN
Ø  Amilum (tepung)  dan sukrosa (gula) dalam larutan 1%
Ø  Larutan Iodium
Ø  Tabung reaksi
Ø  Pipet tetes
3.3 PROSEDUR KERJA
1)      Siapkan alat dan bahan yang di perlukan
2)      Buat larutan amilum, sukrosa dan iodium masing-masing dalam 1%
3)      Masukkan masing-masing 3 tetes larutan uji ke dalam tabung reaksi
4)      Tambahkan 2 tetes larutan iodium
5)      Amati warna spesifik yang terjadi
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL PERCOBAAN
No
Zat uji
Hasil uji iodium
Polisakarida (+/-)
1
Amilum (tepung)
Berwarna putih keruh dan ada endapan
+
2
Sukrosa (gula)
Berwarna kekuningan dan tidak terdapat endapan
-

4.2 PEMBAHASAN
            Karbohidrat adalah polihidroksildehida & keton polihidroksil atau turunannya. selian itu, ia juga disusun oleh dua sampai delapan monosakarida yg dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mmpunyai rumus umum Cn(H2O)n. Rumus itu membuat para ahli kimia zaman dahulu menganggap karbohidrat adalah hidrat dari karbon.
Salah satu contoh karbohidrat adalah amilum. Amilum merupakan sumber energi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk dunia, terutama di negara seclang berkembang oleh karena di konsumsi sebagai bahan makanan pokok. Disamping bahan pangan kaya akan amilum juga mengandung protein, vitamin, serat dan beberapa zat gizi penting lainnya. Amilum mrupakan karbohidrat dlm bentuk simpanan bagi tumbuh-tumbuhan dlm bentuk granul yang dijumpai pada umbi & akarnya. Menurut sumber umbi-umbian,serealia dan biji-bijian merupakan sumber amilum yang berlimpah ruah oleh karena mudah didapat untuk di konsumsi. Jagung, beras dan gandum kandungan amilurnnya lebih dari 70%, sedangkan pada kacang-kacangan sekitar 40%.
Amilum (Pati) tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin dalam komposisi yang berbeda-beda yaitu 10-20% amilosa dan 80-90% amilopektin. Amilosa tersusun dari molekul-molekul α-glukosa dengan ikatan glikosida α-(1-4) membentuk rantai linier. Sedangkan amilopektin terdiri dari rantai-rantai amilosa (ikatan α(1-4)) yang saling terikat membentuk cabang dengan ikatan glikosida α-(1-6). Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan. Amilopektin dapat memiliki jumlah molekul glukosa mulai dari ratusan sampai puluhan ribu.Sementara amilosa rata-rata terdiri dari 1000 molekul glukosa. Stuktur kimia amilum (pati) secara pasti belum diketahui namun diduga bahwa bagian luar dari butiran amilum sebagai amilosa sedangkan bagian dalam butirannya sebagai amilopektin .
Untuk mengidentifikasi adanya kandungan amilum pada sampel kita dapat menggunakan beberapa pereaksi. Pereaksi tersebut salah satunya adalah larutan iodium. Pada praktikum kali ini menggunakan sampel tepung yang telah di buat larutan dan menggunakan pereaksi iodium. Hasil dari reaksi antara larutan tepung dan larutan iodium menghasilkan warna putih keruh dan menghasilkan endapan. Hal ini menunjukkan bahwa tepung mempunyai kandungan amilum. Sedangkan pada zat uji kedua yaitu sukrosa (larutan gula) menghasilkan warna kekuningan dan tidak menghasilkan endapan.

V. KESIMPULAN
          Dari percobaan yang telah di lakukan dapat di tarik kesimpulan bahwa :
1.      Zat uji Amilum (larutan tepung) yang ditambahkan dengan larutan iodium menghasilkan warna putih keruh dan  menghasilkan endapan.
2.      Zat uji Sukrosa (larutan gula) yang di tambahkan dengan larutan iodium menghasilkan warna kekuningan dan tidak menghasilkan  endapan


VI. DAFTAR PUSTAKA

Winarno, FG.Kimia Pangan dan Gizi. PT GRAMEDIA. Jakarta.
Nikku.2010.Uji Identifikasi Karbohidrat. http://nikku92.wordpress.com/2010/11/19/uji identifikasi-karbohidrat/ ( Diakses tanggal 05 November 2011)
Artikel kimia.2011.Prosedur Identifikasi Amilum dalam Ubi Kayu. http://www.artikelkimia.info/prosedur-identifikasi-amilum-dlm-ubi-kayu 11130427092011. (Diakses pada tanggal 27 September 2011)





           





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar